Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hizbut tahrir

BAGI HIZBUT TAHRIR AQIDAH ISLAM SUDAH CUKUP

Aqidah Islam Sudah Lebih Dari Cukup Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Di berbagai kitabnya, yang telah diadopsi oleh Hizbut Tahrir, Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani hanya membicarakan, memahamkan dan memantapkan Akidah Islam, yaitu rukun iman yang enam, karena cita-cita besar beliau adalah mendirikan partai politik Islam, untuk mendirikan Daulah Khilafah Rasyidah, untuk menerapkan syariat Islam secara total, untuk menggapai ridha Allah swt. Akidah Islam sudah lebih dari cukup untuk menjadi asas sebuah partai politik, menjadi asas Negara dll. Dalam kitab Ta'rif Hizbut Tahrir tertulis; "Akidah Islam adalah asas Islam, dan asas sudut pandang Islam dalam kehidupan. Akidah Islam adalah asas bagi Negara, asas bagi undang-undang dasar dan undang-undang yang lain, dan asas bagi setiap perkara yang memancar darinya atau dibangun di atasnya, dari pemikiran Islam, hukum-hukum Islam dan konsepsi Islam. Maka akidah Islam adalah kepemimpinan ideologis, adalah landasan ideologis, adalah akidah poli...

HTI TIDAK SAMA DENGAN PKS

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Ada yang menuduh, bahwa Hizbut Tahrir adalah pecahan dari Jama'ah Al Ikhwaan Hizbut Tahrir Bukan Pecahan Dari Jama'ah Ikhwanul Muslimin Muhammad Muhsin Radhi dalam tesisnya menuturkan: "Sesungguhnya peneliti yg amanah tdk akan bisa sepakat dgn perkataan yg bertujuan mendeskripsikan Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani, bahwa beliau adalah pecahan dari Jama'ah Ikhwanul Muslimin, dan beliau adalah seorang dari mereka kemudian beliau meninggalkan mereka dan mendirikan Hizbut Tahrir! Tampaknya perkataan itu dibangun di atas penuturan doktor Musa al-Kailani dlm kitabnya al-Harakat al-Islamiyyah Fil Urdun; Bahwa Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani adalah salah seorang dari kelompok H Amin al- Husaini pemilik otoritas dalam penyebaran Jama'ah Ikhwanul Muslimin di sejumlah negeri Syam, dan bahwa beliau tlh mendirikan gerakan pecahan dari Jama'ah Ikhwanul Muslimin pada tahun 1952 M. Al-Kailani tlh menyifati hubungan antara an-Nabhani dan al-Husaini seba...