Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label islam

ALLAH ITU TIDAK PUNYA ANAK

ALLAH ITU TIDAK PUNYA ANAK KALAU PUNYA ANAK MAKA ITU BUKAN ALLAH Bismilaahir Rohmaanir Rohiim Manusia siapapun yang menuduh Allah punya anak, hendaklah ia memperhatikan baik-baik, bahwa Allah SWT Tuhan semesta alam, Tuhan umat Yahudi, Tuhan umat Kristen dan Tuhan umat Islam, Dia benar-benar telah berfirman: لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHUU KUFUWWAN AHAD "Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". QS Al Ikhlash ayat 3-4. Yakni, bahwa Allah itu tidak punya anak, tidak punya orang tua, dan tidak punya istri. Seperti firman Allah SWT : بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu". QS Al An'aam ...

RUKYAT GLOBAL

PENDAPAT ULAMA TERKAIT RUKYAT GLOBAL Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Yang dikehendaki dengan rukyat global di sini adalah merukyat hilal [melihat bulan sabit] tanggal satu Ramadlan atau tanggal satu Sawal, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlan, di mana rukyat tersebut dilakukan oleh sebagian dari kaum muslim di seluruh dunia dan berlaku untuk seluruh kaum muslim di seluruh dunia, tanpa mempersoalkan batas-batas Negara nasional. Maka dalam prakteknya, sebagai contohnya, kaum muslim yang berada di Negara Indonesia boleh mengikuti rukyatul hilal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslim di Hijaz atau Arab Saudi atau negara lainnya, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlon. Berikut adalah pendapat para ulama terkait hal tersebut: Wattafaquu ... ﻭﺍﺗﻔﻘﻮﺍ ‏[ ﺃﻱ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ‏] ﻋَﻠَﻰ ...

BEDA ETIKA DIDALAM ISLAM DAN DIDALAM DEMOKRASI

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Untuk mengetahui dimana posisi etika (adab/ akhlak) di dalam Islam, maka saya perlu membuat perumpamaan fisik dien Islam.Dien Islam diumpamakan seperti sebuah negeri (baldah), yang di dalamnya tersimpan yaqut dan permata, yang memiliki tujuh benteng; benteng pertama (dari dalam) terbuat dari emas, kedua dari perak, ketiga dari kuningan, keempat dari besi, kelima dari batu, keenam dari bata merah, dan ketujuh dari bata mentah. Selama penduduknya mau merawat dan menjaga benteng yang terbuat dari bata mentah, maka tidak ada musuh yang tamak kepada mereka. Tetapi ketika mereka tidak merawat dan menjaganya sehingga benteng pertama (dari luar) itu runtuh maka musuh tamak kepada benteng kedua, ketika benteng kedua roboh maka musuh tamak kepada benteng ketiga, lalu keempat, kelima, keenam dan terakhir ketujuh. Dan setelah semua benteng itu roboh, maka musuh mengambil yaqut dan permata itu. Begitu pula Iman dan Islam yang leksana yaqut dan mutiara tersimpan di dala...

NEGARA ISLAM

NEGARA ISLAM SEPERTI APA? Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Syarat Sebuah Negara dikatakan Sebagai Negara Islam. Dalam pembahasan ini - insya Allah- akan saya sebutkan aqwal para ulama salaf saat mereka berbicara tentang status sebuah negara kapan disebut sebagai negara Islam dan kapan disebut sebagai negara kafir sehingga ketika kita sudah memahami rumus yg ditentukan oleh para ulama, maka kita akan mudah pula -dengan ijin Allah- mengetahui status suatu negara apakah Islam ataukah kafir sekaligus mengetahui ketentuan- ketentuan syar’ie yg terkait dgn negera itu, misalnya status pemerintahannya, hukum mentaatinya, hukum orang kafir yang berada di dalamnya, baik penduduk asli ataupun pendatang yang masuk ke negara itu dgn jaminan keamanan dll. 1. Al-Imam Abu Hanifah. ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺴﺮﺧﺴﻲ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺼﻴﺮ ﺩﺍﺭﻫﻢ ﺩﺍﺭﺍﻟﺤﺮﺏ ﺑﺜﻼﺙ ﺷﺮﺍﺋﻂ ﺃﺣﺪﻫﺎ ﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺘﺎﺧﻤﺔ ﺃﺭﺽ ﺍﻟﺘﺮﻙ ﻟﻴﺲ ﺑﻴﻨﻬﺎ ﻭﺑﻴﻦ ﺃﺭﺽ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺒﻘﻲ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺴﻠﻢ ﺍﻣﻦ ﺑﺌﻴﻤﺎﻧﻪ ﻭﻻ ﺫﻣﻲ ﺁﻣﻦ ﺑﺈﻣﺎ...

MENGENAL CINTA

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim CINTA ITU ADA DUA Cinta itu terbagih menjadi dua; cinta sebagai indikasi dari naluri seksual dan cinta sebagai indikasi dari eksistensi iman. CINTA PERTAMA Pertama; Cinta sebagai indikasi dari naluri seksual (gharizatunnauw’). Cinta jenis ini bukan cinta hakiki yang abadi, karena terkatagori sebagai syahwat terhadap lawan jenis, seperti cintanya laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya. Oleh karenanya, cinta jenis ini bukan cinta hakiki yang abadi (cinta sejati), karena sama halnya dengan benci dan marah sebagai indikasi dari naluri hidup atau naluri mempertahankan diri (gharizatulbaqa’), dan seperti menghormat dan mengkultuskan sebagai indikasi dari naluri beragama (gharizatuttadayyun), juga seperti syahwat kepada makanan dan minuman sebagai indikasi dari kebutuhan jasmani (al-haajat al-‘udlawiyyah), dimana baik naluri maupun kebutuhan jasmani semuanya adalah potensi kehidupan manusia sebagai makhluk ter-indah. ...

DUA SISI ISLAM RAHMATAN LIL ’ALAMIN

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Islam Rahmatan Lil ‘Alamin adalah Islam yang apa adanya. Islam yang diturunkan Allah swt kepada Rasulullah saw. Islam yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah saw bersama para sahabat Alkhulafa’ Arrosyidun Almahdiyyun. Islam yang tidak dikurangi dan tidak ditambahi. Dan Islam yang disebarkan dengan dakwah dan jihad fi sabilillah. Jadi Islam Rahmatan Lil ‘Alamin adalah Islam yang maksimal dan Islam yang telah sempurna. Sehingga mengurangi dan menambahinya bisa menghilangkan karakter rahmatan lil ‘alaminannya. Islam Rahmatan Lil ‘Alamin adalah Islam yang selalu memiliki dua sisi yang menyatu dan tidak dapat dipisahkan seperti halnya dua sisinya koin dinar, dirham atau rupiah, dimana ketika dua sisi atau salah satunya tidak ada, maka tidak ada Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Sisi Pertama, Islam yang hukum-hukum (syariah)nya diterapkan secara total dan menyeluruh. Allah swt berfirman: يَا أَي...

MENGENAL SHIROTH MUSTAQIM (jalan yang lurus)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Alloh SWT berfirman: ﺍﻫﺪﻧﺎ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ، ﺻﺮﺍﻁ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺃﻧﻌﻤﺖَ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﺍﻟﻀﺎﻟﻴﻦ . “Tunjukilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. QS al-Fatihah [1]: 6-7. Dan firmanNya: ﻭﺃﻥَّ ﻫﺬﺍ ﺻِﺮَﺍﻃِﻲ ﻣﺴﺘﻘﻴﻤًﺎ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮْﻩُ، ﻭﻻ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞَ ﻓَﺘَﻔَﺮَّﻕَ ﺑﻜﻢ ﻋﻦ ﺳﺒﻴﻠﻪ، ﺫﺍﻟﻜﻢ ﻭﺻّﺎﻛﻢ ﺑﻪ ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗَﺘَﻘُﻮْﻥَ . “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”. QS al-An’am [6]: 153. Dan hadits : ﺭﻭﻯ ﺍﻟﺪﺍﺭﻗﻄﻨﻲ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﺧﻂ ﻟﻨﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻮﻣﺎ ﺧﻄﺎ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﺍ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ، ﺛﻢ ﺧﻂ ﺧﻄﻮﻃﺎ ﻋﻦ ﻳﻤﻴﻨﻪ ﻭﺧﻄﻮﻃﺎ ﻋﻦ ﺷﻤﺎﻟﻪ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﻩ ﺳﺒﻞ، ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺳﺒﻴﻞ ﻣﻨﻬﺎ ﺷﻴﻄﺎﻥ ﻳﺪﻋﻮ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﺛﻢ ﻗﺮﺃ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ : ﻭ...