Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Idrus Ramli

PENTINGNYA DEFINISI NEGARA YANG AKURAT

Definisi Negara Islam yang mengambang mengakibatkan langkah dakwah tidak jelas. TUDUHAN MIRING : A.Biyadi mengatakan ; "Ketiga, tentang Darul Islam. Mereka menyebutkan dalam Hizbut Tahrir, hal 5, "Umat Islam sejak runtuhnya khilafah, mereka hidup tanpa daerah Islam dan tanpa hukum Islam". Juga pada hal 29 dan Manhaj Hizbit Tahrir, hal 5 dan 8, "Dan di negeri-negeri kaum muslimin sakarang tidak satu negeri atau pemerintahan yang mempraktekkan hukum-hukum Islam dalam hal hukum dan urusan kehidupan, karena itulah semuanya terhitung darul-kufr meskipun penduduknya adalah muslimin". Menurut Imam ar-Rafi'I dan beberapa ulama lain dengan mengutip pendapat kalangan syafi'iyyah, darul-Islam ada tiga macam. Pertama, tempat bermukim para muslimin. Kedua, daerah yang ditaklukkan oleh umat Islam. Ketiga, tempat yang ditinggali umat Islam tapi kemudian dikuasai oleh orang-orang kafir. Memang mayoritas ulama Sunni menyatakan bahwa daerah-daerah yang pernah dikuasai o...

Khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah Pada Hadis Imam Ahmad adalah Umar bin Abdul Aziz?

Khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah Pada Hadis Imam Ahmad dari Hudzaifah bin al-Yaman adalah khilafahnya Umar bin Abdul Aziz? Sidogiri Terus Memitnah : MENYINGKAP PENYELEWENGAN KONSEP KHILAFAH Pada kesempatan kali ini, penulis akan sedikit mengkaji tentang isu khilafah yg sering didengungkan oleh HT (Hizbut Tahrir). Ternyata, banyak dari ayat al-Qur’an dan hadits Nabi yang maknanya diselewengkan oleh HT. Walaupun tidak menjawab secara tuntas, paling tidak sedikit mewakili atas keresahan yang dimunculkan HT. Khilafah Versi HT Dalam menggembar-gemborkan isu khilafah, mereka sering melontarkan ayat al-Qur’an dan hadits sebagai landasan dalil. Antara lain firman Allah: “Orang-orang kafir itu ingin memadamkan cahaya Allah, yaitu agama Allah. Tetapi Allah hanya ingin menyempurnakan cahaya-Nya dengan memenangkan agama dan menolong Rasul-Nya,meskipun merek tidak menyukai hal itu. Dialah Allah yang menjamin penyempurnaan cahaya-Nya dengan mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan membaw...

BANTAHAN "HIZBUT TAHRIR DALAM SOROTAN” IDRUS ROMLI

BANTAHAN "HIZBUT TAHRIR DALAM SOROTAN” IDRUS ROMLI Oleh KH. Drs. Hafidz Abdurrahman, MA Ketua Lajnah Tsaqafiyyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Iftira’at Idrus Romli Banyak tuduhan palsu, bahkan kebohongan dialamatkan kepada Hizbut Tahrir dan gagasan yang diusungnya. Berikut ini, antara lain, tuduhan palsu dan kebohongan Idrus Romli: 1- Tuduhan 1: “Yang diwajibkan bukan Khilafah tapi Imamah, yang artinya secara umum adalah kepemimpinan. Jadi tidak harus bernama Khilafah. Buktinya Rasulullah saw tidak ber-istikhlaf (tidak memerintahkan khilafah) sepeninggal beliau.” Ini didasarkan pada pernyataan ‘Umar: “Berkata (‘Umar): ‘Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjaga agama-Nya. Sekiranya aku tidak mengangkat putra mahkota, sesungguhnya karena Rasulullah saw tidak mengangkatnya. Dan, sekiranya aku mengangkatnya, maka itu karena Abu Bakar telah mengangkatnya.’ Berkata (Ibn ‘Umar): ‘Demi Allah, apa yang dilakukan beliau (...

HIZBUT TAHRIR MUKTAZILAH EDISI REVISI

Abdurrohim Arief (Idrus Ramli) dalam Maqalnya yang bertajuk Muktazilah Edisi Revisi mengatakan: "Muncul Ahlussunnah Waljamaah yang menolak [pendapat-pendapat] Muktazilah. Mereka telah mengklaim telah menjawab [pernyataan-pernyataan] Muktazilah dan Jabariyah. Namun, kenyataannya pendapat mereka dan Jabariyah adalah sama. Mereka adalah kaum Jabariyun. Mereka telahgagal dalam masalah kasb". [ Taqiyuddin an-Nabhani, asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, juz 1 hal 53/54] Setelah mengutip potongan dari perkataan Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani di atas Abdurrohim Arief mengatakan: "Anda boleh tidak percaya terhadap kutipan fitnah di atas. Tentu langkah terbaik adalah menengok sendiri pada kitab aslinya. Ke- jabariyah- an Ahlussunah lebih dipertegas lagi oleh Taqiyuddin an-Nabhani [selanjutnya dicukupkan dengan an-Nabhani] dengan menampilkan sebuah rumusan dari telaah sejarah yang ia peroleh:"Adapun Ahlussunah Waljamaah tetap sama dengan Jabariyah dan hanya berbeda dalam pengungkapan...

Idrus Ramli menantang debat Abulwafa Romli?! (Ke - 2)

Oleh : BuAhmad Abdulloh CONTOH SURAT SAMPAH Saudara Abulwafa Romli, awas jangan melayani surat ini, pengirimnya mengaku SH. SHI. M.H. Sebenarnya dia adalah orang bodoh yang malas membaca dan dia layaknya orang bodoh yang hanya hobi mendengar debat kusir. Karena kalau dia benar dengan setumpuk gelarnya itu, maka dengan membaca dan meneliti bantahan saudara terhadap buku Jurus Ampuh Membungkam HTI, dan bantahan-bantahan lainnya, adalah lebih memuaskan hati dan intelektualnya dan lebih jelas untuk mengungkap kebenaran dan kebatilan. Sejatinya surat ini telah mengungkap betapa rendah keintelektualan pengirimnya.