Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label thaghut

AYAT-AYAT THAGHUT (05)

Ayat Kedelapan : Allah swt berfirman: "Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya, mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal". QS Az- Zumar [39]: 17-18. Ayat ini diturunkan mengenai Utsman Ibnu Affan, Abdurrahman Ibnu 'Auf, Saed ,Sa'iid, Thalhah, dan Zubair ra. Mereka semua bertanya kepada Abu Bakar ra. tentang Islam, lalu Abu Bakar mengkhabarkan keimanannya, lalu mereka semua beriman dan menjauhi thaghut sebagai langkah pertamanya, karena kembali kepada Allah itu tidak sah dan tidak diterima sebelum menjauhi thaghut, yaitu dengan tidak menyembahnya. Mereka, juga siapa saja yang berkeyakinan dan berperilaku seperti mereka layak memperoleh busyra (berita gembira) dengan mendapat surga, negeri pen...

AYAT-AYAT THAGHUT (04)

Umar ra memenggal leher orang munafik yang menolak hukum Arrosul saw. Ayat Ketujuh ; Allah swt berfirman; "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu, dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya". QS An- Nisa [4]: 60. Mengenai sebab turunnya ayat ini, Ibnu Abbas ra berkata: "Ayat ini turun berkenaan dengan laki-laki muslim yang munafik bernama Bisyer. Ia berperkara dengan orang Yahudi. Lalu Yahudi itu berkata: "Mari kita pergi ke Muhammad!", dan orang munafik berkata: "Kita pergi saja ke Ka'ab Ibnu Asyraf!", yaitu orang yang disebut sebagai Thaghut. Lalu laki- laki Yahudi itu menolaknya kecuali pergi ke R...

AYAT-AYAT THAGHUT (03)

Ayat Keempat ; Allah swt berfirman; "Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)". TQS An-Nahel [16]: 36. Pada ayat ini Allah swt memberi informasi kepada kita bahwa Dia telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat, dan bahwa tugas utama Rasul adalah menyeru umatnya agar menyembah Allah  dan menjauhi Thaghut, dengan arti tidak menyembahnya. Disini juga ada dua sisi yang berlawanan dan ada dua posisi yang berhadap-hadapan, yaitu menyembah Allah dan menjauhi Thaghut. Menyembah Allah berarti mendapat petunjuk karena menjauhi Thaghut, sedang menyembah Thaghut berarti telah tersesat karena menjauhi Allah swt. Ayat Kelima ; Allah...

AYAT-AYAT THAGHUT (02)

Ayat Ketiga ; Allah swt berfirman: "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan- kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah". TQS An-Nisa [4]: 76. Wali-wali syetan pada ayat ini adalah para penolong agama syetan, yakni orang- orang yang membuat, berpegang, menerapkan, dan mempropagandakan hukum dan sistem yang mengatur kehidupan, masarakat, dan Negara, yang tidak bersumber dari syariat (agama) Islam, yakni tidak diambil dari hukum dan sistem yang telah diturunkan Allah swt. Hukum dan sistem itu adalah hukum dan sistem jahiliyyah yang dibuat berdasarkan hawa nafsu dan kontradiksi dengan hukum dan sistem Islam. Pada ayat ketiga ini ada penegasan bahwa Thaghut adalah Syetan, yaitu syetan dari manusia yang bisa memproduk hukum dan sistem, bukan kuntilanak atau gondoruwo. Syetan dari manusia ini adalah orang kafir, baik orang kafir pembuat hukum atau orang kafir ...

AYAT-AYAT THAGHUT (01)

MENGENAL THAGHUT Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Betapa urgennya pengetahuan seorang muslim, mu'min, muhsin, mukhlish, dan ASWAJA terkait Thaghut, apakah thaghut itu? Dan siapakah Thaghut itu? Bagaimana tidak urgen, Al-Qur'an dalam banyak ayatnya dan dengan terang dan tegas telah memposisikan Thaghut berhadap-hadapan langsung dengan Allah swt. Hukum dan sistem Thaghut adalah pembangkangan dan perlawanan terhadap hukum dan sistem Allah swt. Thaghut mengeluarkan manusia dari cahaya Islam kepada kegelap-gulitaan jahiliyah sebagai cermin dari kezaliman, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan, dan kekafiran. Dari pendalaman pengetahuan terhadap Thaghut akan memancarkan kepastian mengenai status seseorang, apakah ia termasuk ASWAJA (Ahlussunnah Waljama'ah) ataukah termasuk AFIRWAQA (Ahlu Fir'aun wa Qarun). Apakah ia termasuk Ahlul Haq ataukah termasuk Ahlul Ahwa’ Wal Bida'? Apakah seseorang itu bertauhid ataukah bertasyrik? Apakah seseorang itu berakidah ataukah berkhurafat?...

AWAS TIPUAN SYETAN

MEWASPADAI TIPUAN SYETAN BIN IBLIS BANYAK ORANG BERKATA: "URUS SAJA DIRI SENDIRI, GAK USAH URUSIN ORANG LAIN" atau "GAK USAH MENYERUKAN KHILAFAH, URUSIN DULU KELUARGA SENDIRI". (Mainstream Media Indonesia). Dari anas ra: Para sahabat bertanya: "Ya Rasululloh, kami tidak akan menyuruh orang lain berbuat baik sebelum kami sendiri mengamalkan kebaikan dan menjauhi kemungkaran" Rasululloh bersabda: "TIDAK, bahkan serulah untuk berbuat baik meskipun kalian belum mengamalkan kesemuanya. Dan cegahlah kemungkaran, meski kalian belum menghindari semuanya". (HR.Thabrani). Sa’id bin Jubair mengatakan, “Jika seseorang tidak boleh menasehati untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar kecuali orang yang sudah bisa mengontrol dirinya sendiri dan sempurna, niscaya tidak ada satupun orang yang melakukan dakwah. Maka akan minimlah orang yang mau berdakwah”. Ucapan Sa’id bin Jubair ini dinilai oleh Imam Malik sebagai ucapan yang sangat tepat. (Tafsir Qurthubi,1/4...

PNS DALAM PEMERINTAHAN THAGHUT

PENGARUH ARISTOTELES DALAM ARGUMEN MENGAITKAN ANTARA HUKUM MENJADI PNS DENGAN PEMERINTAHAN THOGHUT Di sini tidak hendak dibahas hukum menjadi PNS. Tetapi hanya membahas kesalahan argumentasi yang mengaitkan PNS dengan pemerintahan thoghut. Kesalahannya terletak pada: 1) cara berpikir; dan 2) kesimpulan. Dari sisi cara berpikir, untuk menghukumi bahwa setiap PNS adalah thoghut, merupakan cara berpikir yang menggunakan logika mantiq. Logika adalah sebuah teknik berpikir yang dicetuskan oleh Aristoteles. Logika adalah suatu pengumpulan informasi-informasi yang satu dengan informasi yang lain untuk menghasilkan suatu kesimpulan (natijah). Masing-masing informasi ini sering disebut dengan premis. Premis yang pertama kadang-kadang disebut dengan premis mayor sedangkan premis yang kedua disebut premis minor. Contoh: Premis pertama menyatakan bahwa pensil itu terbuat dari kayu. Premis kedua menyatakan bahwa kayu itu bisa terbakar. Jadi kesimpulannya, pensil bisa terbakar. Contoh lain: premis p...