Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Khilafah

KEMERDEKAAN HAKIKI YANG DIJANJIKAN

HANYA DENGAN KHILAFAH KITA BISA MERAIH KEMERDEKAAN HAKIKI BismillaahirRohmaanirRohiim Kita tahu dan paham, bahwa fakta penjajahan itu selalu numpang kepada kekuasaan, bahkan dilakukan oleh / dengan kekuasaan. Dan kita juga tahu dan paham, bahwa tujuan penjajahan adalah, 1) merampok sumber daya alam dari wilayah terjajah, 2) menguasai sumber daya manusia di wilayah terjajah, dan 3) menyebarkan / memaksakan agama penjajah terhadap penduduk wilayah terjajah (pemurtadan). Oleh karenanya, metode yang ditempuh untuk meraih kemerdekaan hakiki adalah dengan menegakkan  kekuasaan kontra kekuasaan penjajah, bukan dengan kekuasaan yang dimiliki dan dipakai oleh penjajah. Maka ketika penjajah telah menjajah kita dengan kekuasaan sistem pemerintahan demokrsi - kapitalis - sekular, kita harus menegakkan kekuasaan dari sistem kontra sistem penjajah, yaitu sistem pemerintahan Islam, khilafah rosyidah, khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Inilah kekuasaan yang telah dijanjikan oleh Allah Swt untuk mera...

KHILAFAH vs KONSTITUSI INDONESIA

KHILAFAH & KONSTITUSI INDONESIA Oleh : Chandra Purna Irawan, MH (Dosen dan CEO sharia Law Institute) 1.Indonesia pernah berubah bentuk negara | diantaranya bentuk negara serikat atau federal republik Indonesia (NSRI) dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) 2.Indonesia pernah berubah bentuk sistem pemerintahan | diantaranya sistem presidensil dan sistem parlementer 3.Pancasila pun banyak banyak versinya sebelum disahkan | diantaranya versi Muhammad Yamin 29 Mei 1945 | versi Mr. Soepomo 31 Mei 1945 | versi Ir. Soekarno, 1 Juni 1945. 4.Indonesia pernah berganti UUD atau konstitusi | diantaranya UUD 45, UUD RIS 1949 dan UUD 1950 5.Semua hal diatas menunjukkan bahwa Dasar Negara, konstitusi, bentuk negara dan sistem pemerintahan adalah hasil dari kesepakatan politik | wajar jika berubah-rubah jika rakyat dan elit politik menghendaki | jadi tidak ada yang final. 6.Secara yuridis tak ada aturan yang mensyaratkan kapan sebuah peraturan perundang-undangan, termasuk konstitusi atau Und...

PERBANDINGAN DEFINISI KHILAFAH

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Kita wajib mendefinisikan khilafah dengan tepat, atau memilih definisi khilafah yang unggul, karena salah dalam mendefinisikan atau memilih definisi khilafah yang tepat dan unggul, maka akan salah dalam melangkah dan salah dalam berdakwah. Definisi khilafah Al-Khalidi (1980), Ali Belhaj (1991), dan Al-Baghdadi (1995) telah menghimpun berbagai definisi khilafah yang telah dirumuskan oleh para ulama, di antaranya : (1) Al-Kamal ibn Al-Humam: Khilafah adalah otoritas (istihqaq) pengaturan umum atas kaum Muslimin (Al-Musâmirah fî Syarh al-Musâyirah, hlm. 141). (2) Al-Qalqasyandi: Khilafah adalah kekuasaan umum (wilâyah ‘âmmah) atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, serta pemikulan tugas-tugasnya (Ma‘âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8). (3) At-Taftazani: Khilafah adalah kepemimpinan umum dalam urusan agama dan dunia sebagai pengganti Nabi saw. dalam penegakan agama, pemeliha...

TUGAS KHALIFAH YANG SYAR'IY

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim SESUNGGUHNYA Manusia anak Bapak Adam dan Ibu Hawa semuanya adalah Khalifah. Hanya saja mereka berkewajiban memilih dan mengangkat hanya seorang pemimpin tunggal saja yang akan menyatukan mereka semuanya. Ini berdasarkan firman Alloh, "Innie jaa'ilun fil ardli khaliefah/Sesungguhnya Aku menjadikan di bumi khalifah". (TQS Albaqoroh ayat 30). Maka Bapak Adam adalah khalifah tunggal pertama yang memimpin istri dan anak-anaknya. Dan tentu telah memiliki wilayah kekuasaan, yaitu dunia seluruhnya. Tugas khalifah adalah mengatur bumi yg berisi manusia sebagai anak-cucu Adam dan Hawa dgn hukum-hukum Alloh Pencipta dan Pemilik bumi seisinya ini, krn definisi khalifah untuk saat itu dan merupakan definisi perdana, adalah "wakil Alloh" untuk mengatur bumi-Nya, dan ketika itu pula belum ada hukum-hukum produk hawa nafsu manusia seperti di alam demokrasi saat ini. Kemudian pasca Adam, definisi khalifah berkembang menjadi, "Penganti pemimp...

APAKAH KHALIFAH HARUS QURAISY?

APAKAH KHALIFAH HARUS QURAISY? Oleh Choirul Anam Apakah benar bahwa Khalifah harus dari Quraisy? Permasalahan ini memang telah menjadi perbedaan (ikhtilaf) di kalangan ulama dan umat, bahkan di kalangan shahabat Nabi saw. Namun, bagi orang yang menolak Khilafah, permasalahan ini dijadikan salah satu amunisi untuk menyerang Khilafah atau bahkan sekedar untuk menyerang para pejuang Khilafah bahwa yang mereka perjuangkan tidak ada landasan dalilnya. Memang benar, masalah ini merupakan masalah yang diperselisihkan oleh ulama. Sebagian ada yang mengatakan bahwa Khalifah harus Qurasiy, misalnya Imam Al-Mawardi di dalam kitab beliau Al-Ahkam As Sulthaniyyah Wal Wilayat ad Diniyyah. Namun sebagian lagi berpandangan bahwa Khalifah tidak harus Quraisy, meski memang lebih utama (afdhal) jika yang menjadi Khalifah adalah Quraisy. Apa dasar hadits yang jadi rujukan para ulama yang menetapkan bahwa Khilafah itu harus Quraisy atau tidak? Dan bagaimana proses memahami dalil (istidlal) dari masing-masi...

LAGI-LAGI PANCASILA

PANCASILA Oleh : Ismail Yusanto (Juru Bicara HTI) Bulan Ramadhan lalu, persisnya pada 10 Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 10 Agustus, saya diundang sebagai pembicara untuk acara Bedah Buku Pancasila dan Syariat Islam karya Prof. Hamka Haq di Megawati Center, Jakarta. Pembicara lain adalah Dosen UIN Sahid Jakarta, Muqsith Ghazali, Habib Muhsin dari FPI dan tentu saja penulisnya sendiri. Hamka Haq adalah guru besar IAIN Alauddin Makassar, yang juga adalah Ketua Umum Baitul Muslimin, sayap ormas PDI-Perjuangan. Ormas itu dibentuk agaknya untuk menepis anggapan bahwa partai berlambang moncong banteng ini anti terhadap (umat) Islam. Terbitnya buku ini kiranya makin menegaskan bagaimana posisi partai ini dalam memandang Islam dalam konteks Pancasila. Mengawali presentasi yang sangat singkat karena memang waktu sangat terbatas mengingat sore bulan puasa, saya menyampaikan bahwa di kalangan umat Islam memang ada yang sangat anti terhadap Pancasila, ada juga yang sangat mendukung, bahkan...

AWAS ADU DOMBA SESAMA MUSLIM!!

AWAS ADU DOMBA SESAMA MUSLIM!! Oleh : Hasyim Bisri (Direktur Centra Politica) Geger demo anti Khilafah di beberapa titik kota terkait agenda Muktamar yang diselenggarakan HTI di berbagai kota menyedot perhatian, secara khusus di Jatim menjadi hidangan menarik bagi warta lokal maupun nasional untuk memblow up. Kesan umumnya: HTI sedang dibully habis-habisan oleh pihak NU. Semakin gencarnya berita NU lakukan perlawanan dan membendung kelompok HTI, penulis menengarai ada pihak ketiga yang nyaman melancarkan serangan dengan membuat berita-berita adu domba dan merusak nama NU dengan mendompleng nama NU. Maka penulis menyarankan agar masyarakat dan pihak-pihak yang terhasut fair, jangan sampai terjebak mengambil keputusan. Penulis menilai agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah sengaja diciptakan pihak tertentu untuk menyemai permusuhan di antara kelompok tersebut. Ukhuwah tak ingin lagi terjalin. Yang ada salah satu kelompok –tentunya yang sudah terhasut oleh user- semakin geto...

PILIH INDONESIA ATAU KHILAFAH?

(Cinta Indonesia Rindu Khilafah) Ketika ditanyakan kepada seorang muslim di Indonesia, pilih Indonesia atau Khilafah? Dari pertanyaan ini, paling tidak ada tiga kelompok jawaban atau respon. Pertama, ada sebagian orang yang karena cintanya kepada Indonesia, dengan mantap dia memilih Indonesia. Kedua, sebagian lagi, karena kerinduannya pada Khilafah, tanpa ragu-ragu dia memilih Khilafah. Dan ketiga, ada sebagian lagi yang bingung, dia mengatakan bahwa pilihan ini seperti buah simalakama, di satu sisi mau pilih Indonesia tapi dia mehamai wajibnya Khilafah, di sisi lain mau pilih Khilafah tapi ia merasa tinggal di Indonesia. Ia bingung. Ia lalu mengatakan, ini merupakan pilihan yang sangat sulit, seperti sulitnya menjawab mana yang lebih dulu ayam atau telur? Dari tiga kelompok jawaban atau sikap di atas, manakah yang paling dapat dipertanggung-jawabkan? ***** Tiga jawaban itulah kira-kira yang banyak ditemukan. Tetapi di saat ketidak-jelasan mana jawaban yang benar, mereka yang milih Ind...

KHILAFAH ADALAH DOKTRIN POLITIK ASWAJA

Kado Manis untuk ASWAJA NU Kontra Dakwah Syariah & Khilafah Biamillaahir Rohmaanir Rohiim   Di sini saya hanya akan menyampaikan tiga dalil syar’inya, yaitu satu ayat al-Qur’an dan dua hadits nabawi, sebagai berikut:   Pertama; Allah swt berfirman:   يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا أَطِيْعُوا اللهَ وَأَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ، فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْئٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيْلًا.    "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". QS An-Nisa [4]: 59.    Pada ayat di atas Allah swt telah menyuruh kaum mukmin agar me...

DEFINISI NEGARA ISLAM DIDALAM ALQUR'AN

BENTUK, DEFINISI SERTA TUJUAN NEGARA ISLAM DALAM AL-QUR’AN BismillaahirRohmaanirRohiim Al-Qur’an adalah kitab suci yang terpelihara kesuciannya sampai diangkat lagi ke langit, dan dalil nomor wahid dalam hukum-hukum syari’at Islam, lalu Sunnah Nabi Muhammad SAW yang kedalilannya telah diperintahkan oleh al-Qur’an adalah penjelasan (tafsir) bagi al-Qur’an dan menjadi dalil kedua, lalu Ijma’ dan Qiyas syar’iy yang kedalilan keduanya telah ditunjukkan oleh al-Qur’an dan Sunnah adalah dalil ketiga dan keempat. Dan empat dalil tersebut kedalilannya telah disepakati oleh ulama Ahlussunnah Waljama’ah. Ketika perintah al-Qur’an masih global dan umum (mujmal dan ‘aam), maka Sunnah diperlukan untuk menjelaskan dan menentukannya. Ketika Sunnah masih global dan umum, maka Ijma’ diperlukan untuk menjelaskan dan menentukannya. Dan Qiyas syar’iy diperlukan sebagai penyempurna atau pelengkap bagi tiga dalil sebelumnya. Oleh k...