Langsung ke konten utama

AKIDAH HT TIDAK JELAS?

AKIDAH HIBUT TAHRIR SUDAH SANGAT JELAS

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Ironis memang, seiring dengan semakin jelas dan berkembang pesatnya Hizbut Tahrir, dengan fikrah serta thariqahnya yang jelas terbuka bagi siapa saja yang mau membaca, mengkaji dan menelitinya, tidak sedikit dari para tokoh, kiai, ulama, ustadz dan intlektual, yang menuduh bahwa AKIDAH HIZBUT TAHRIR TIDAK JELAS. Ya ironis memang.

Tuduhan itu bisa terjadi karena ; 1) yang menjadi standarnya bukan Alqur'an dan Assunnah, tetapi kitab-kitab kalam, 2) sipenuduh tidak mengkaji langsung terhadap kitab-kitab Hizbut Tahrir, tetapi hanya qiila wa qaala dari kitab-kitab atau buku-buku yang ditulis oleh para pecundang tukang fitnah, 3) akidah sipenuduh sendiri sebetulnya yang tidak jelas, akidah islam, ahlussunnah, atau sekular?, dan 4) tidak mengerti kalau akidah Hizbut Tahrir adalah akidah islam, yaitu rukun iman yang enam. Titik.

Jadi sebenarnya yang tidak jelas adalah standar dan rujukan sipenuduh, bahkan bisa jadi ilmu dan akidah sipenuduh sendiri ...

Sekarang perhatikan akidah Hizbut Tahrir yang sangat jelas:

Di dalam kitab Syakhshiyyah Islamiyyah juz I hal. 43 ditegaskan :
ﻫﺬﻩ ﻫﻲ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﺐ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻬﺎ ﻭﻫﻲ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﻣﻮﺭ : ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺗﺆﻣﻦ ﺃﻳﻀﺎ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﻭﻻ ﻳﻄﻠﻖ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﻭﻻ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﺴﻠﻤﺎ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺁﻣﻦ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ ﺟﻤﻴﻌﻬﺎ ﻭﺁﻣﻦ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ...
"Ini adalah sejumlah perkara yang wajib diimani, yaitu lima perkara: Iman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan juga beriman kepada Qadha dan Qadar. Dan tidak dikatakan Iman kepada Islam atas seseorang dan tidak pula ia dianggap sebagai muslim, kecuali ketika ia telah beriman kepada lima perkara ini, semuanya, dan beriman kepada Qadha dan Qadar…".

Redaksi diatas sama dengan redaksi hadis berikut;
"... ﻗﺎﻝ ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ ﺃﻥ ﺗﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺗﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻩ ﻭﺷﺮﻩ ... ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ
"…Jibril berkata: "Terangkan kepadaku tentang Iman!", Nabi saw bersabda: "Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya dan Hari Akhir, dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya…".HR Muslim dari 'Umar ra.

Pada hadis ini Nabi saw pertama kali menuturkan lima perkara yang wajib diimani lalu menambah satu lagi dengan mengathafkan kata tu'minu kepada kata tu'minu yang pertama dengan memakai hurf 'athaf waawu. Ini sama dengan redaksi kitab Shakhshiyyah diatas. Jadi lima ditambah satu sama dengan enam.

Sebagaimana firman Allah swt berikut:
ﻳﺎﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻧﺰﻝ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻧﺰﻝ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻭﻣﻦ ﻳﻜﻔﺮ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻠﺌﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻘﺪ ﺿﻞ ﺿﻼﻻ ﺑﻌﻴﺪﺍ
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasulnya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya". (QS Annisa' ayat 136).

Juga di halaman yang lain Syaikh Taqiyyuddin menegaskan;
ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻫﻲ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭ ﻣﻶﺋﻜﺘﻪ ﻭ ﻛﺘﺒﻪ ﻭ ﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎ ﺷﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ } ﺍﻟﺸﺨﺼﻴﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ : ﺝ 1 ، ﺹ : 29 }.
"Akidah Islam ialah beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya, hari akhir dan qadha dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt".

Dan beliau menegaskan ;
ﻓﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎ ﻭﺷﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ . ﻭﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﻣﺎ ﺷﺎﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ . ﻭﺍﻷﻓﻜﺎﺭ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺎ ﻭﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻐﻴﺒﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻘﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﺤﺲ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ } ﺍﻟﻤﺮﺟﻊ ﺍﻟﺴﺎﺑﻖ، ﺹ : 195 }.
"Jadi beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kutub-Nya, Rusul-Nya, hari akhir dan qadha dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt adalah akidah islamiyyah. Beriman kepada surga, neraka, syetan dlsb. Adalah termasuk akidah Islam. Dan pemikiran-pemikiran dan yang terkait dengannya, dan berita-berita dan yang terkait dengannya dari sejumlah perkara ghaib yang tidak tersentuh oleh indra semuanya tergolong akidah Islam".

Untuk membantu memahami akidah Hizbut Tahrir, baca dan pahami enam edisi HIZBUT TAHRIR QADARIYAH? di bawah ini :

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-01.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-02_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-03_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-04_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-05_23.html?m=1

http://www.abulwafaromli.com/2016/02/hizbut-tahrir-qodariyyah-06_23.html?m=1

Anda setuju, tinggalkan jejak dan sebarluaskan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AYAT-AYAT THAGHUT (01)

MENGENAL THAGHUT Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Betapa urgennya pengetahuan seorang muslim, mu'min, muhsin, mukhlish, dan ASWAJA terkait Thaghut, apakah thaghut itu? Dan siapakah Thaghut itu? Bagaimana tidak urgen, Al-Qur'an dalam banyak ayatnya dan dengan terang dan tegas telah memposisikan Thaghut berhadap-hadapan langsung dengan Allah swt. Hukum dan sistem Thaghut adalah pembangkangan dan perlawanan terhadap hukum dan sistem Allah swt. Thaghut mengeluarkan manusia dari cahaya Islam kepada kegelap-gulitaan jahiliyah sebagai cermin dari kezaliman, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan, dan kekafiran. Dari pendalaman pengetahuan terhadap Thaghut akan memancarkan kepastian mengenai status seseorang, apakah ia termasuk ASWAJA (Ahlussunnah Waljama'ah) ataukah termasuk AFIRWAQA (Ahlu Fir'aun wa Qarun). Apakah ia termasuk Ahlul Haq ataukah termasuk Ahlul Ahwa’ Wal Bida'? Apakah seseorang itu bertauhid ataukah bertasyrik? Apakah seseorang itu berakidah ataukah berkhurafat?...

Hadits Janji Rosululullah SAW Akan Kembalinya Khilafah Dhoif ?

PERKATAAN IMAM BUKHARI “FIIHI NAZHAR” MENGENAI SEORANG PERAWI HADITS TIDAK SELALU MELEMAHKAN HADITSNYA Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi, anggota Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI; Dosen Ulumul Hadits dan Ushul Fiqih di STEI Hamfara, Jogjakarta; Pimpinan PP Hamfara Jogjakarta. Pendahuluan Di kalangan para pejuang syariah dan Khilafah, sangat terkenal hadits yang menerangkan kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jalan kenabian). Dari Hudzaifah bin Al Yaman RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮ...

RUKYAT GLOBAL

PENDAPAT ULAMA TERKAIT RUKYAT GLOBAL Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Yang dikehendaki dengan rukyat global di sini adalah merukyat hilal [melihat bulan sabit] tanggal satu Ramadlan atau tanggal satu Sawal, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlan, di mana rukyat tersebut dilakukan oleh sebagian dari kaum muslim di seluruh dunia dan berlaku untuk seluruh kaum muslim di seluruh dunia, tanpa mempersoalkan batas-batas Negara nasional. Maka dalam prakteknya, sebagai contohnya, kaum muslim yang berada di Negara Indonesia boleh mengikuti rukyatul hilal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslim di Hijaz atau Arab Saudi atau negara lainnya, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlon. Berikut adalah pendapat para ulama terkait hal tersebut: Wattafaquu ... ﻭﺍﺗﻔﻘﻮﺍ ‏[ ﺃﻱ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ‏] ﻋَﻠَﻰ ...