Langsung ke konten utama

AZAB BAGI ORANG SEKULAR

Ternyata Azab Kaum Sekular Sama Dengan Azab Kaum Munafik Dan Raja Fir'aun Beserta Keluarga Dan Tentaranya. Gak Percaya? Baca Sampai Tuntas ...

Bismillaahir Rahmaanir Rohiim
Berangkat dari melihat dan merasakan berbagai fakta kerusakan interaksi kaum muslimin dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa orang-orang sekuler kelak diakhirat akan dikembalikan kepada siksa yang amat berat. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling bawah, karena hakekat orang-orang sekuler adalah orang - orang munafik dimana karakter kemunafikannya telah ada dan nyata melekat pada keyakinan dan perilakunya. Mereka berkeyakinan bahwa agama tidak boleh ikut campur  mengatur urusan manusia dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara.

Bagi siapa saja perilaku mereka sudah sangat jelas, yaitu selalu melakukan penggembosan terhadap para pengemban dakwah yang mukhlish-mukhlish yang tidak punya tujuan kecuali agar syariat [agama] Islam dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara, dengan demikian Allah swt ridha kepada mereka, jadi tujuan hakiki mereka hanyalah menggapai ridha-Nya. Kaum sekular selalu membuat ide dan slogan tandingan terhadap ide dan slogan para pengemban dakwah, baik secara terang-terangan maupun samar-samar, baik dilakukan sendiri atau menyuruh pihak lain. Tujuan mereka adalah menggagalkan cita-cita para pengemban dakwah, atau memperlambat terealisasinya cita-cita itu, yakni diterapkannya syariat Islam dalam semua lini kehidupan. Dalam kaitannya dengan kaum munafik Allah swt berfirman;  

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar". QS. An-Nisa [4]:145-146.  

Tingkatan neraka yang paling bawah adalah yang paling panas. Neraka itu memiliki tuju tingkatan; Pertama, yaitu yang paling atas, adalah neraka Jahannam diperuntukkan bagi orang Islam yang mengerjakan maksiat. Kedua neraka Lazha bagi orang Kristen. Ketiga neraka Huthamah bagi orang Yahudi. Keempat neraka Sa'ir bagi orang Shabiin. Kelima neraka Saqar bagi orang Majusi. Keenam neraka Jahim bagi orang Musyrik. Dan ketujuh neraka Hawiyah bagi orang munafik dan bagi Fir'aun beserta tentaranya, karena Allah swt. telah berfirman;  

"Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat berat [asyaddil 'adzaab]".QS. Al-Mu'min [40]:46. Ini sesuai dengan siksa bagi kaum sekular seperti pada ayat ;  

"Apakah kalian beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripada kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat [asyaddil 'adzaab]. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat" QS. Al-Baq|arah [2]:85.  

Jadi orang-orang sekular itu kalau mereka tidak tergolong dari kaum munafik, maka mereka tergolong pengikut Fir'aun. Inilah benang merah [hubungan] antara Ahlu Fir'aun dan demokrasi-sekular.

Siksa yang akan mereka rasakan berat sekali sesuai keyakinan dan perilaku mereka di dunia dimana mereka suka menggunting dalam lipatan dan bermacam penggembosan mereka lancarkan terhadap dakwah penerapan syariat secara total. Mereka bekerja sama dengan kaum kuffar dan musyrikiin, dan mereka menerima konpensasi berupa dolar yang cukup banyak dan menggiurkan. Siksa yang sangat berat layak mereka terima kecuali kalau mereka bertaubat secara nashuha, melakukan perbaikan, berpegang kepada agama Allah, dan ikhlas dalam beragama.l

Mereka harus bertaubat dengan meninggalkan keyakinan dan perilaku yang merugikan dirinya, Islam dan kaum muslim pengemban dakwah. Segala bentuk penggembosan harus mereka hentikan, juga aliran dolar dari kaum kuffar, setelah sebelumnya merobah keyakinannya bahwa syariat Islam sudah sangat sempurna dan mampu menjadi solusi atas berbagai problem umat manusia, bahkan problematika dunia, dan bahwa sekularisme adalah akidah produk manusia dari belahan dunia barat yang kafir dan sangat kontradiksi dengan akidah Islam.

Mereka harus melakukan perbaikan terhadap semua yang telah mereka lakukan. Mereka harus mengembalikan nama baik serta kehormatan individu, jama'ah atau partai yang pernah mereka fitnah dan mereka gembosi. Mereka harus menulis buku-buku yang pro dakwah dan pro syariat sebagai ganti dari buku-buku yang telah mereka tulis dengan penuh rekayasa, dusta, fitnah dan profokatif terhadap para pengemban dakwah.

Dan mereka harus berpegang teguh dengan tali [agama] Allah dan ikut berdakwah bersama para pengemban dakwah, sebagai ganti dari berpegang teguh mereka kepada sekularisme dan dakwah mereka kepadanya. Dan mereka harus ikhlas mengerjakan agamanya hanya karena Allah swt.  

Jadi taubat, melakukan perbaikan, berpegang teguh kepada agama Islam, dan ikhlas, semuanya wajib dilakukan oleh kaum sekular muslim agar mereka terhindar dari siksa yang sangat berat [asyaddil 'adzaab] bersama kaum munafik dan kaum Fir'aun di neraka Hawiyah. Maka ketika mereka telah melakukan semuanya, mereka baru layak menjadi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, dan layak mengklaim paling ASWAJA.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AYAT-AYAT THAGHUT (01)

MENGENAL THAGHUT Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Betapa urgennya pengetahuan seorang muslim, mu'min, muhsin, mukhlish, dan ASWAJA terkait Thaghut, apakah thaghut itu? Dan siapakah Thaghut itu? Bagaimana tidak urgen, Al-Qur'an dalam banyak ayatnya dan dengan terang dan tegas telah memposisikan Thaghut berhadap-hadapan langsung dengan Allah swt. Hukum dan sistem Thaghut adalah pembangkangan dan perlawanan terhadap hukum dan sistem Allah swt. Thaghut mengeluarkan manusia dari cahaya Islam kepada kegelap-gulitaan jahiliyah sebagai cermin dari kezaliman, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan, dan kekafiran. Dari pendalaman pengetahuan terhadap Thaghut akan memancarkan kepastian mengenai status seseorang, apakah ia termasuk ASWAJA (Ahlussunnah Waljama'ah) ataukah termasuk AFIRWAQA (Ahlu Fir'aun wa Qarun). Apakah ia termasuk Ahlul Haq ataukah termasuk Ahlul Ahwa’ Wal Bida'? Apakah seseorang itu bertauhid ataukah bertasyrik? Apakah seseorang itu berakidah ataukah berkhurafat?...

Hadits Janji Rosululullah SAW Akan Kembalinya Khilafah Dhoif ?

PERKATAAN IMAM BUKHARI “FIIHI NAZHAR” MENGENAI SEORANG PERAWI HADITS TIDAK SELALU MELEMAHKAN HADITSNYA Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi, anggota Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI; Dosen Ulumul Hadits dan Ushul Fiqih di STEI Hamfara, Jogjakarta; Pimpinan PP Hamfara Jogjakarta. Pendahuluan Di kalangan para pejuang syariah dan Khilafah, sangat terkenal hadits yang menerangkan kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jalan kenabian). Dari Hudzaifah bin Al Yaman RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮ...

RUKYAT GLOBAL

PENDAPAT ULAMA TERKAIT RUKYAT GLOBAL Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Yang dikehendaki dengan rukyat global di sini adalah merukyat hilal [melihat bulan sabit] tanggal satu Ramadlan atau tanggal satu Sawal, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlan, di mana rukyat tersebut dilakukan oleh sebagian dari kaum muslim di seluruh dunia dan berlaku untuk seluruh kaum muslim di seluruh dunia, tanpa mempersoalkan batas-batas Negara nasional. Maka dalam prakteknya, sebagai contohnya, kaum muslim yang berada di Negara Indonesia boleh mengikuti rukyatul hilal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslim di Hijaz atau Arab Saudi atau negara lainnya, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlon. Berikut adalah pendapat para ulama terkait hal tersebut: Wattafaquu ... ﻭﺍﺗﻔﻘﻮﺍ ‏[ ﺃﻱ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ‏] ﻋَﻠَﻰ ...