Langsung ke konten utama

Postingan

SEKULARISME BUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH (ke-5)

Alasan keempat: Agama Islam telah melarang kaum muslim meniru-niru serta mengikuti orang-orang kafir. Rasulullah saw. bersabda; ليس منا من تشبه بغيرنا. رواه الترميذي عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده "Tidak termasuk golongan kami orang yang meniru-niru dengan selain kami". Dan beliau saw. bersabda; من تشبه بقوم فهو منهم. رواه أبو داود عن ابن عمر والطبراني عن حذيفة "Barang...

SEKULARISME BUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH (ke-4)

Alasan ketiga: Sekularisme itu kontradiksi dengan semangat ber-Islam kaffah.  Kita sebagai orang beriman yang Ahlus Sunnah Wal Jamaah melaksanakan syariat Islam secara total dalam semua lini kehidupan adalah kewajiban yang tidak dapat ditawar-tawar dan ditunda-tunda. Sesuai dengan tabiatnya yang Rahmatan Lil'alamin, syariat [agama] Islam dengan seperangkap hokum dan sistemnya mampu menjadi solusi atas problematika Dunia yang dewasa ini sedang mendekati kehancuran disegala bidang. Berawal dari hancurnya nilai-nilai kemanusiaan sebagai fitrah atau tabiat dasar yang membedakan antara manusia dengan binatang, dan berujung pada kegagalan manusia dalam mensyukuri fitrahnya serta memanfaatkannya secara optimal sesuai perintah dan larangan Allah swt. Tuhan Pencipta fitrah. Pada akhirnya komunitas Dunia hancur bersamaan dengan hancurnya tatanan keluarga sebagai tiang penyangganya. Dengan tidak diterapkannya hokum dan system Allah untuk mengatur Dunia, bukan hanya manusia yang rusak dan hanc...

SEKULARISME BUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH (ke-3)

Alasan Kedua: Syariat Islam mengharamkan sekularisme. Allah swt berfirman; "Apakah kalian beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat". QS.Al-Baqarah [2]:85. Ayat ini meskipun berkenaan dengan Bani Israil [kaum Yahudi], tetapi juga ditujukan kepada kaum muslim. Ketika perilaku mengimani sebahagian kitab dan mengingkari sebahagian yang lain itu diharamkan atas Bani Israil, begitu pula ketika dilakukan oleh kaum muslim, maka sama halnya Bani Israil mendapat kenistaan dalam kehidupan dunia, dan kelak pada hari Kiamat baik Bani Israil maupun kaum muslim sama-sama mendapatkan siksa yang sangat berat. Ketika Allah melarang Bani Israil dari mengambil sebahagian kitab Taurat dan membuang atau mengingkari sebahagian yang...

SEKULARISME BUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH (ke-2)

Alasan Pertama : Sekularisme mereduksi kesempurnaan syariat [agama] Islam. Allah swt. berfirman: "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian". QS.Al-Maaidah [5]:3. Miturut para mufassir yang pada hari itu -yaitu hari Jum'at setelah ashar bertepatan dengan wuqufnya Rasulullah saw. di Arafah-telah disempurnakan dari agama Islam adalah hokum-hukum Islam dan fardhu-fardhunya, yakni halal dan haramnya, karena setelahnya masih terun ayat; "Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)". QS Al-Baqarah [2] : 281. Ayat ini adalah ayat mau'izhah, bukan ayat hokum. Jadi syariat [agama] Islam itu mampu menjadi solusi atas berba...

SEKULARISME BUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH (ke-1)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Mereka kaum Aswaja Sekular berkata : Pancasilanya tidak salah karena telah sesuai dengan Alqur'an / Islam. Coba perhatikan Pancasila dengan dalil dalilnya : 1. Ketuhanan yang Maha Esa Allah swt berfirman : "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa". (QS Al Ikhlash - 1). 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab Allah swt berfirman: "Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, hendaklah kamu jadi manusia yang adil". (QS An Nisa' : 135). 3. Persatuan Indonesia Allah swt berfirman: "Dan kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal". (QS Al Hujuraat : 13). 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan Allah swt berfirman: "Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka". (QS Asysyuro : 38). 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Allah swt berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adi...

NEGARA ISLAM

NEGARA ISLAM SEPERTI APA? Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Syarat Sebuah Negara dikatakan Sebagai Negara Islam. Dalam pembahasan ini - insya Allah- akan saya sebutkan aqwal para ulama salaf saat mereka berbicara tentang status sebuah negara kapan disebut sebagai negara Islam dan kapan disebut sebagai negara kafir sehingga ketika kita sudah memahami rumus yg ditentukan oleh para ulama, maka kita akan mudah pula -dengan ijin Allah- mengetahui status suatu negara apakah Islam ataukah kafir sekaligus mengetahui ketentuan- ketentuan syar’ie yg terkait dgn negera itu, misalnya status pemerintahannya, hukum mentaatinya, hukum orang kafir yang berada di dalamnya, baik penduduk asli ataupun pendatang yang masuk ke negara itu dgn jaminan keamanan dll. 1. Al-Imam Abu Hanifah. ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺴﺮﺧﺴﻲ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺼﻴﺮ ﺩﺍﺭﻫﻢ ﺩﺍﺭﺍﻟﺤﺮﺏ ﺑﺜﻼﺙ ﺷﺮﺍﺋﻂ ﺃﺣﺪﻫﺎ ﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺘﺎﺧﻤﺔ ﺃﺭﺽ ﺍﻟﺘﺮﻙ ﻟﻴﺲ ﺑﻴﻨﻬﺎ ﻭﺑﻴﻦ ﺃﺭﺽ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺒﻘﻲ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺴﻠﻢ ﺍﻣﻦ ﺑﺌﻴﻤﺎﻧﻪ ﻭﻻ ﺫﻣﻲ ﺁﻣﻦ ﺑﺈﻣﺎ...

SANKSI BAGI PARA BEGAL

HUKUM ISLAM TERKAIT HAD PARA BEGAL Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Sangsi (had) Islam terhadap para begal (quththa'uth thariiq) sangat berbeda bahkan kontradiksi dgn sangsi dalam sistem demokrasi terhadap mereka. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat berbeda dan kontradiksi dgn demokrasi. Islam bukan demokrasi, dan demokrasi bukan (berasal dari) Islam. Dan demokrasi adalah sistem kufur yg datang dari ideologi dan akidah kufur dan syirik. Sekarang perhatikan firman Allah Swt terkait sangsi atas para begal: "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rosul-Nya (dengan memerangi orang-orang muslim) dan membuat kerusakan di muka bumi (dengan membegal), hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik (tangan kanan dan kaki kirinya), atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar". (QS Almaai...