Langsung ke konten utama

MENOLAK KHILAFAH DENGAN DALIL HADIS HUDZAEFAH

SALAH FATAL MENOLAK KHILAFAH DENGAN DALIL HADIS HUDZAEFAH BIN YAMAN!

Bukan Aswaja Sekular kalau tdk selalu nyleneh, ngawur dan menyesatkan.

Hadis dimaksud adalah;
ﻋﻦ ﺣﺬﻳﻔﺔ ﺑﻦ ﺍﻟﻴﻤﺎﻥ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻮْﻥَ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ، ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ، ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ ﺃَﻥْ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻨِﻲ . ﻓَﻘُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻓِﻲ ﺟَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔٍ ﻭَﺷَﺮٍّ ، ﻓَﺠَﺂﺀَﻧَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ، ﻓَﻬَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮٍّ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻭَﻫَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ ، ﻭَﻓِﻴْﻪِ ﺩُﺧَﻦٌ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻭَﻣَﺎ ﺩُﺧَﻨُﻪُ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﻮْﻡٌ ﻳَﻬْﺪُﻭْﻥَ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻫَﺪْﻳِﻲ ، ﺗَﻌْﺮِﻑُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺗُﻨْﻜِﺮُ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻓَﻬَﻞْ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮٍّ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ ، ﺩُﻋَﺎﺓٌ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﻣَﻦْ ﺃَﺟَﺎﺑَﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻗَﺬَﻓُﻮْﻩُ ﻓِﻴْﻬَﺎ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻِﻔْﻬُﻢْ ﻟَﻨَﺎ . ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﺟِﻠْﺪَﺗِﻨَﺎ ﻭَﻳَﺘَﻜَﻠَّﻤُﻮْﻥَ ﺑِﺄَﻟْﺴِﻨَﺘِﻨَﺎ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻓَﻤَﺎ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻧِﻲ ﺇِﻥْ ﺃَﺩْﺭَﻛَﻨِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﻠْﺰَﻡُ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺇِﻣَﺎﻣَﻬُﻢْ . ﻗُﻠْﺖُ : ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻭَﻻَ ﺇِﻣَﺎﻡٌ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺎﻋْﺘَﺰِﻝْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻔِﺮَﻕَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ ، ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻥْ ﺗَﻌَﺾَّ ﺑِﺄَﺻْﻞِ ﺷَﺠَﺮَﺓٍ ، ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻚَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ، ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ! ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ .
"Hudzaifah bin Yaman ra berkata: “Orang-orang sama bertanya kepada Rasulullah saw tentang
kebaikan, dan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir menjumpaiku. Aku
brkata: "Ya Rasulullah, dulu kami hidup dlm kejahiliahan dan keburukan, lalu Allah memberikan kebaikan kepada kami, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?". Beliau bersabda: "Ya !". Aku berkata: "Apakah setelah keburukan itu ada kebaikan?". Beliau bersabda: "Ya, tetapi ada dakhonnya". Aku berkata: "Apa dakhonnya?". Beliau menjawab: "Kaum yang memberi petunjuk, tdk dengan petunjukku, kamu mengenal mrk dan mengingkarinya!". Aku bertanya: "Apakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan?". Beliau bersabda: "Ya, yaitu orang-orang yang
menyeru di pintu-pintu Jahannam, siapa saja orang yang menerima seruan mereka, maka mrk
melemparkannya ke Jahannam!". Aku berkata: "Tunjukilah kami karakter mereka". Lalu beliau bersabda: "Kulit mereka sama dengan kulit kita, dan mereka juga berbicara dgn bahasa kita!". Aku berkata: "Lalu apa yang engkau perintahkan kepadaku ketika keburukan itu menjumpaiku?". Beliau bersabda: "Kamu harus mengikuti Jama’ah kaum Muslim serta Imam mereka!". Aku bertanya: "Lalu apabila mereka tdk memiliki Jama’ah dan tdk pula memiliki Imam?". Beliau
bersabda: "Tinggalkanlah semua firqoh-firqoh (kelompok2 yang menyeru ke pintu-pintu Jahannam) itu, meskipun kamu harus menggigit (memakan) akar pohon, sampai ajal menjemputmu dan kamu tetap seperti itu!". HR Bukhari [7084] dan Muslim [4890].

Para aktivis Aswaja Sekular menyatakan, bahwa ketika Hudzaifah bertanya; "Lalu apabila mereka
tdk memiliki Jama’ah dan tdk pula memiliki Imam?". Maka Nabi Saw hanya bersabda: "Tinggalkanlah semua firqoh-firqoh itu, meskipun kamu harus menggigit akar pohon, sampai ajal menjemputmu dan kamu tetap seperti itu!", dan Nabi tdk bersabda; "Tegakkan khilafah!"

JAWABAN:

(1) Hadis di atas hanyalah dalil untuk menjauhi semua firqah yg menyeru kepada neraka Jahannam.

(2) Hadis di atas bukan dalil untuk menolak penegakkan khilafah. Krn Nabi juga tdk bersabda, "Tinggalkanlah semua firqoh-firqoh itu, dan janganlah kamu menegakkan khilafah!"

(3) Sedang dalil-dalil wajibnya menegakkan khilafah itu diambil dari Alqur'an, Assunnah, Ijmak sahabat dan Qiyas Syar'i dan dgn pencerahan kesepakatan serta pernyataan Ulama Mujtahidien.
Oleh karenanya, setiap dalil harus diposisikan pada tempatnya, dalil shalat untk shalat, dalil puasa untk puasa, dalil zakat untk zakat dan seterusnya. Bukan dalil puasa untk shalat atau sebaliknya.

(4) Firqah-Firqah yg menyeru kepada neraka Jahannam yg harus dijauhi adalah firqah-firqah ahli bid'ah, baik bid'ah dlm ibadah murmi atau dlm ibadah politik, bermasyarakat dan bernegara, sprt aliran-aliran sesat dan partai-partai sekular atau partai-partai Islam pro dan pejuang demokrasi sistem kufur bin syirik, yg nenolak dan mengingkari penerapan hukum-hukum Allah secara sempurna dalam wadah khilafah rosyidah sebagai kewajiban Ahlussunnah Waljama'ah Firqah Najiyah Ahli Surga. Padahal justru kaum Aswaja (asli warisan jawa) Sekular lah pendukung dan pengikut firqah2 tersebut.

(5) Lebih jauh lagi, Nabi Saw juga tdk pernah bersabda;

"TEGAKKAN SISTEM DEMOKRASI, TEGAKKAN SISTEM KERAJAAN!, DIRIKANLAH PONDOK PESANTREN, ORGANISASI, MASJID, KOPERASI ATAU BMT"

Wallahu a'lam...

Anda setuju, tinggalkan jejak dan sebarluaskan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AYAT-AYAT THAGHUT (01)

MENGENAL THAGHUT Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Betapa urgennya pengetahuan seorang muslim, mu'min, muhsin, mukhlish, dan ASWAJA terkait Thaghut, apakah thaghut itu? Dan siapakah Thaghut itu? Bagaimana tidak urgen, Al-Qur'an dalam banyak ayatnya dan dengan terang dan tegas telah memposisikan Thaghut berhadap-hadapan langsung dengan Allah swt. Hukum dan sistem Thaghut adalah pembangkangan dan perlawanan terhadap hukum dan sistem Allah swt. Thaghut mengeluarkan manusia dari cahaya Islam kepada kegelap-gulitaan jahiliyah sebagai cermin dari kezaliman, kemaksiatan, kemungkaran, kemusyrikan, dan kekafiran. Dari pendalaman pengetahuan terhadap Thaghut akan memancarkan kepastian mengenai status seseorang, apakah ia termasuk ASWAJA (Ahlussunnah Waljama'ah) ataukah termasuk AFIRWAQA (Ahlu Fir'aun wa Qarun). Apakah ia termasuk Ahlul Haq ataukah termasuk Ahlul Ahwa’ Wal Bida'? Apakah seseorang itu bertauhid ataukah bertasyrik? Apakah seseorang itu berakidah ataukah berkhurafat?...

Hadits Janji Rosululullah SAW Akan Kembalinya Khilafah Dhoif ?

PERKATAAN IMAM BUKHARI “FIIHI NAZHAR” MENGENAI SEORANG PERAWI HADITS TIDAK SELALU MELEMAHKAN HADITSNYA Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi, anggota Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI; Dosen Ulumul Hadits dan Ushul Fiqih di STEI Hamfara, Jogjakarta; Pimpinan PP Hamfara Jogjakarta. Pendahuluan Di kalangan para pejuang syariah dan Khilafah, sangat terkenal hadits yang menerangkan kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jalan kenabian). Dari Hudzaifah bin Al Yaman RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮ...

RUKYAT GLOBAL

PENDAPAT ULAMA TERKAIT RUKYAT GLOBAL Bismillaahir Rohmaanir Rohiim Yang dikehendaki dengan rukyat global di sini adalah merukyat hilal [melihat bulan sabit] tanggal satu Ramadlan atau tanggal satu Sawal, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlan, di mana rukyat tersebut dilakukan oleh sebagian dari kaum muslim di seluruh dunia dan berlaku untuk seluruh kaum muslim di seluruh dunia, tanpa mempersoalkan batas-batas Negara nasional. Maka dalam prakteknya, sebagai contohnya, kaum muslim yang berada di Negara Indonesia boleh mengikuti rukyatul hilal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslim di Hijaz atau Arab Saudi atau negara lainnya, untuk mengawali atau mengakhiri ibadah puasa Ramadlon. Berikut adalah pendapat para ulama terkait hal tersebut: Wattafaquu ... ﻭﺍﺗﻔﻘﻮﺍ ‏[ ﺃﻱ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ‏] ﻋَﻠَﻰ ...